Kadar Air Tanah

Kadar Air Tanah – Air merupakan unsur yang penting tidak hanya untuk makhluk hidup saja, akan tetapi juga unsur abiotik seperti halnya tanah. Kandungan air dalam tanah mempunyai banyak manfaat walaupun bila terlalu banyak juga dapat menjadi masalah. Namun secara umum berikut adalah manfaat air di dalam tanah :

Kadar Air Tanah

  1. Sebagai pelarut sekaligus membawa ion hara yang berasal dari rhizosfer menuju ke dalam akar tanaman
  2. Sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk, perkembangan tanah dan differensi horison
  3. Sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia untuk menyediakan unsur hara yang ada agar mudah diserap akar tanaman
  4. Sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman
  5. Sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah
  6. Sebagai stabilisator temperatur tanah
  7. Mempermudah dalam pengolahan tanah

Selain membawa manfaat tersebut, kandungan air di dalam tanah terutama yang berlebihan juga akan memberikan dampak kerugian yaitu :

  1. Dapat mengikis lapisan unsur hara di dalam tanah yang disebabkan karena proses pencucian (perlin-dian/leaching) yang terjadi secara intensif
  2. Mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah
  3. Kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air, hal ini dapat menghambat aliran udara ke dalam tanah. Karenanya proses respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman akan terganggu, selain itu juga akan menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob

Hubungan tekstur tanah dan kadar air

Tekstur tanah sendiri akan berpengaruh terhadap penyerapan air dalam tanah, tanah yang teksturnya berbeda tentu mempunyai kemampuan yang berbeda. Tanah dengan tekstur halus seperti tanah bertekstur liat yang memiliki ruang pori halus lebih banyak akan mampu menahan air lebih banyak. Berbeda dengan tanah yang teksturnya kasar seperti tanah bertekstur pasir, yang memiliki ruang pori halus lebih sedikit yang menyebabkan kemampuannya dalam menahan air juga sedikit.

Air yang terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air maupun karena keadaan drainase yang kurang baik. Meresapnya air ke dalam tanah disebabkan karena adanya gaya seperti adhesi, kohesi dan gravitasi. Karena gaya inilah maka air di dalam tanah dapat dibagi menjadi :

  1. Air hidroskopik merupakan air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman yang disebabkan adanya gaya adhesi antara tanah dan air, jenis air ini merupakan selimut air pada permukaan butir – butir tanah
  2. Air kapiler merupakan air dalam tanah dimana daya adhesi (gaya tarik – menarik antara air dan tanah) dan daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir – butir air) lebih kuat dari gravitasi. Jenis air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau vertikal (ke atas) karena gaya – gaya kapiler yang mana sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman

Dalam menentukan jumlah air yang tersedia bagi tanaman maka ada beberapa istilah yang harus Anda pahami :

  1. Kapasitas Lapang merupakan suatu keadaan dimana tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi, air yang dapat ditahan oleh tanah ini secara terus menerus diserap oleh akar – akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering. Akar tanaman juga dapat mencapai titik yang tidak mampu lagi dalam menyerap air sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen)
  2. Titik Layu Permanen merupakan kandungan air tanah dimana akar – akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah yang menyebabkan tanaman menjadi layu sehingga tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari
  3. Air Tersedia merupakan banyaknya air yang tersedia bagi tanaman yang dihasilkan dari selisih kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen

Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar, sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar dan air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar.

Anda dapat mengukur dan menguji kadar air tanah ini dengan mudah menggunakan alat ukur yaitu Soil pH meter. Alat ini merupakan alat ukur praktis yang tidak hanya dapat digunakan untuk mengukur kadar air tanah, namun juga dapat mengukur pH tanah, kesuburan dan intensitas cahaya matahari pada tanah.

Banyaknya kandungan air dalam tanah sangat berhubungan dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut dimana besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF, satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1,0127 bar.

Kadar air tanah yang kurang atau terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan tanaman. Secara umum berikut adalah manfaat air bagi tanaman :

  1. sebagai unsur hara tanaman :

Tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis

  1. sebagai pelarut unsur hara :

Unsur – unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar – akar tanaman dari larutan tersebut

  1. sebagai bagian dari sel – sel tanaman:

Air sendiri merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman

Kadar air tanah sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :

  1. Banyak tidaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah
  5. Kadar bahan organik tanah
  6. Kandungan senyawa kimiawi atau garam – garam
  7. Kedalaman solum tanah atau lapisan tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *