Cara Mengurangi Keasaman Tanah Gambut

Cara Mengurangi Keasaman Tanah Gambut – Tanah gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang membusuk, hal ini menyebabkan jenis tanah ini mengandung banyak bahan organik atau kandungan bahan organiknya tinggi. Di negara kita sendiri memiliki 2 jenis tanah gambut yaitu :

  • Tanah gambut topogen : dibentuk dari genangan air yang terhambat sistem drainasenya yang terdapat di tanah cekung seperti di pedalaman
  • Tanah gambut ombrogen : jenis tanah gambut yang memiliki unsur hara terbatas

Cara Mengurangi Keasaman Tanah Gambut

Seperti yang kita ketahui bahwa tanah gambut memiliki kadar pH yang rendah / asam, Anda dapat mengujinya menggunakan soil pH meter. Oleh karena itu, untuk dapat menjadi media tanam maka tanah gambut harus diolah lebih dahulu sehingga cocok untuk ditanami.

Karenanya tanah gambut harus dinetralkan lebih dahulu, yang pertama adalah dengan cara kimia menggunakan bahan kimia buatan untuk menyuburkan tanah. Contoh menggunakan bahan kimia ini adalah seperti pengapuran, pemupukan dan penyemprotan herbisida, namun yang umum dan biasa dilakukan adalah pengapuran. Pengapuran sendiri bertujuan untuk :

  • Menaikkan kandungan alkali tanah sehingga dapat memiliki unsur hara yang dibutuhkan tanaman
  • Meningkatkan KTK atau Kapasitas Tukar Kation yang seimbang
  • Menetralisir Al agar tidak meracuni tanaman

Cara kedua untuk menetralkan tanah gambut adalah dengan melakukan pemupukan yaitu dengan menambah unsur hara. Akan tetapi pemupukan ini juga harus memperhatikan beberapa hal agar pemupukan dapat berjalan maksimal, yaitu :

  • Perhatikan waktu pemberian pupuk, pastikan waktunya tepat agar unsur hara dalam pupuk tidak terbawa air seperti contohnya pemupukan N pada tanaman semusim dengan waktu 2 kali yaitu ketika tanam dan ketika puncak pertumbuhan, pupuk P dan K hanya sekali diberikan yaitu saat tanam
  • Pastikan pemupukan yang dilakukan berada pada daerah aktivitas akar sehingga unsur hara akan terserap sempurna
  • Pastikan dosis pupuknya sesuai dengan kebutuhan tanaman

Pastikan pula Anda melakukan penyemprotan herbisida untuk menekan pertumbuhan dari gulma. Hal ini penting agar Anda tidak membeli air dan unsur hara yang diperlukan tanaman. Dalam pemakaian herbisida, harus disesuaikan dengan takaran atau dosis, waktu serta penempatan yang sesuai dengan jenis gulma yang hendak diberantas. Bila dosis pupuk berlebihan justru akan membahayakan tanaman dan lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *