• Jam Buka Toko: 08.00 s/d 17.00 WIB
  • Status Order
  • Tlp: 085291771888
  • SMS/WA: 085352227888
  • info@tester.co.id
  • Layanan Online:
Terpopuler:

Megenali Oli Serta Tips Memilih Oli yang Baik & Benar

28 April 2014 - Kategori Blog

oli mesin

Oli Mesin

Minyak pelumas mesin atau yang lebih dikenal oli mesin memang banyak ragam dan macamnya. Megenali Oli Serta Tips Memilih Oli yang Baik & Benar Bergantung pada jenis penggunaan mesin itu sendiri yang membutuhkan oli yang tepat untuk menambah atau mengawetkan usia pakai (life time) mesin. Sedangkan jika anda mencarai alat yang berguna untuk mengukur oli tersebut mungkin anda akan membutuhkan alat seperti Brake Fluid Tester AM001 yang merupakan alat pengukur oli yang canggih, alat ini bukan hanya mengukur oli mesin tetapi dapat juga mengukur oli rem, minyak rem dll.

Fungsi

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat. Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan.

Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing.

Jenis Jenisnya :

Oli Mineral

Oli mineral terbuat dari oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat – zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.

Oli Sintetis

Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain.

Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.

Kualitas

Kualitas oli disimbolkan oleh API (American Petroleum Institute). Simbol terakhir SL mulai diperkenalkan 1 Juli 2001. Walau begitu, simbol makin baru tetap bisa dipakai untuk kategori sebelumnya. Seperti API SJ baik untuk SH, SG, SF dan seterusnya. Sebaliknya jika mesin kendaraan menuntut SJ maka tidak bisa menggunakan tipe SH karena mesin tidak akan mendapatkan proteksi maksimal sebab oli SH didesain untuk mesin yang lebih lama.

Ada dua tipe API, S (Service) atau bisa juga (S) diartikan Spark-plug ignition (pakai busi) untuk mobil MPV atau pikap bermesin bensin. C (Commercial) diaplikasikan pada truk heavy duty dan mesin diesel. Contohnya kategori C adalah CF, CF-2, CG-4. Bila menggunakan mesin diesel pastikan memakai kategori yang tepat karena oli mesin diesel berbeda dengan oli mesin bensin karena karakter diesel yang banyak menghasilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran lebih tinggi. Oli jenis ini memerlukan tambahan aditif dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersih.

Sebagai tambahan, bila oli yang digunakan sudah tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan bahan aditif lain karena justru akan mengurangi kinerja mesin bahkan merusaknya.

Kontaminasi

Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli. Terdapat delapan macam benda pencemar biasa terdapat dalam oli yakni :

  • Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium, timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium
  • Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis. Kepulan asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga
  • Bahan Bakar
  • Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai
  • Ethylene gycol (anti beku)
  • Produk-produk belerang/asam
  • Produuk-produk oksidasi Mengakibatkan oli bertambah kental. Daya oksidasi meningkat oleh tingginya temperatur udara masuk
  • Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas alam

 

Berikut 7 Tips Memilih Oli Mesin yang Baik :

Spesifikasi mesin mobil

Bisa mengetahui spesifikasi mesin mobil melalui buku manual. Dibuku tersebut pasti menginformasi kan tentang teknologi mesin & spesifikasi oli yg cocok. Tak peduli oli tersebut ber merk apa, asal spesifikasi nya sesuai dgn yang dibutuhkan mesin mobil kita, pasti cocok.

Harap perhatikan kode API atau American Petroleum Institute

Untuk mobil yang menggunakan teknologi baru (atau mobil keluaran baru), API SM lebih cocok dipakai karena memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yg baik. Sedangkan bagi mobil keluaran lama (2004 kebawah), sebaik nya menggunakan oli ber-kode SL. Dan mobil keluaran 2001 kebawah cocok dgn oli berkode SJ.

Tingkat kekentalan oli

Mobil yang memakai mesin VVT, VVTi, dan sejenis nya, sebaiknya menggunakan oli dgn kekentalannya 10/40 atau 5/30. Mobil tersebut kurang cocok menggunakan oli 20/50 atau oli yg lebih kental.

Untuk mobil bermesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, DOHC, & lainnya), sangat disarankan menggunakan oli synthetic

Mengapa? karna, oli synthetic memberi pelumasan lebih baik karena jenis oli ini bisa memasuki celah antar logam yg sempit sehingga melindungi secara sempurna.

Pilih Bengkel atau toko yang terpercaya

kenapa memilih bengkel terpercaya, karna asal mula oli yang kita beli dari toko atau bengkel disinilah banyak orang tidak bisa membedakan mana oli yang asli dan palsu. bila bengkel langganan kita atau bengkel yang terpercaya insyaallah akan memberikan Oli yang Asli.

Melihat Oli asli atau palsu

Disetiap botol oli memiliki nomor seri antara tutup botol dan botolnya. apabila no serinya berbeda bisa dipastikan bahwa oli tersebut adalah oli bajakan.

Jangan tergiur harga murah

Banyak toko yang menawarkan harga oli yang tidak wajar (terlalu murah) semurah-murahnya harga oli para penjual mengambil keuntungan tidak lebih dari 5rb/liter (ini sudah termasuk mahal ada sebagian toko hanya 1-2rb saja) ditambah upah pasang 5rb.